Selama periode ini, MSCI membekukan penambahan saham baru, peningkatan status, serta penyesuaian free float. Keputusan final diperkirakan diumumkan pada pekan ketiga atau keempat Juni 2026.
Seperti disinggung di atas, pada rebalancing Mei 2026, MSCI akan menghapus saham seperti BREN dan DSSA besutan Grup Sinarmas yang masuk daftar konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) BEI.
Selain itu, penggunaan data kepemilikan di atas 1 persen berpotensi menekan bobot sejumlah saham akibat penurunan free float.
CGSI memperkirakan arus keluar dana pasif sekitar USD2 miliar atau setara dengan Rp34 triliun, yang sebagian besar berasal dari segmen Standard Cap, dan diperkirakan terjadi pada 29 Mei 2026, sehari sebelum rebalancing efektif.
Namun, tekanan tersebut dinilai sudah cukup diantisipasi pasar.
“Kami menilai arus keluar dana pasif tersebut kemungkinan besar sudah sebagian besar tercermin dalam pergerakan pasar,” tulis analis CGSI.