Sejak peringatan MSCI pada 27 Januari 2026, IHSG telah mencatatkan net foreign outflow atau arus keluar dana asing sekitar USD2,48 miliar.
Bobot Indonesia di indeks MSCI Emerging Markets pun berpotensi turun dari 0,84 persen menjadi 0,65 persen.
Di sisi lain, pernyataan terbaru MSCI dinilai lebih netral dibandingkan sebelumnya, sehingga memberi sentimen sedikit positif.
Meski begitu, risiko tambahan masih terbuka. Selain potensi penyesuaian free float oleh MSCI, investor juga perlu mencermati langkah FTSE.
Jika FTSE mengadopsi pendekatan serupa dalam evaluasinya pada 22 Mei 2026, CGSI memperkirakan potensi tambahan arus keluar dana pasif sekitar USD550 juta, yang bisa terjadi pada 19 Juni 2026.