AALI
8450
ABBA
224
ABDA
6050
ABMM
4310
ACES
620
ACST
188
ACST-R
0
ADES
7325
ADHI
740
ADMF
8275
ADMG
166
ADRO
4180
AGAR
296
AGII
2210
AGRO
595
AGRO-R
0
AGRS
93
AHAP
100
AIMS
240
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1590
AKRA
1420
AKSI
320
ALDO
665
ALKA
290
ALMI
390
ALTO
169
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.75
0.23%
+1.21
IHSG
7086.92
0.16%
+11.54
LQ45
1013.34
0.17%
+1.71
HSI
18081.99
-0.03%
-5.98
N225
27374.78
0.94%
+254.25
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
841,825 / gram

Bentoel Resmi Hengkang dari Bursa Tahun Ini

MARKET NEWS
Taufan Sukma/IDX Channel
Rabu, 27 Juli 2022 17:54 WIB
perusahaan juga tengah melakukan proses penghapusan data saham (delisting) dari papan perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Bentoel Resmi Hengkang dari Bursa Tahun Ini (foto:MNC Media)
Bentoel Resmi Hengkang dari Bursa Tahun Ini (foto:MNC Media)

IDXChannel - PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA) menyampaikan update perkembangan terbaru terkait langkah perusahaan untuk beralih status dari semula sebagai perusahaan terbuka (Tbk) menjadi perusahaan tertutup (Go Private). Keputusan tersebut telah diambil perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perusahaan pada 28 September 2021 lalu.

Seiring dengan keputusan tersebut, perusahaan juga tengah melakukan proses penghapusan data saham (delisting) dari papan perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurut Direktur RMBA, Dinar Shinta Ulie, proses pengurusan Go Private dan Delisting masih terus berlanjut hingga saat ini dengan didukung oleh tenaga-tenaga profesional yang kompeten di bidangnya, guna memastikan setiap tahapan yang dilalui Perseroan telah berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal itu disampaikan Dinar pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (27/7/2022). Dalam RUPST kali ini, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Faisal Saif dari posisi Presiden Direktur dan Martin Artur Guest sebagai Direktur perusahaan. Sebagai pengganti, para pemegang saham menyetujui untuk mengangkat William Lumentut sebagai Presiden Direktur dan Thomas Christian sebagai Direktur Perseoan.

Dinar menjelaskan, tahun 2022 masih menjadi tahun yang penuh tantangan bagi industri tembakau nasional. Hal ini selain disebabkan oleh kenaikan tarif cukai dan Harga Jual Eceran (HJE), juga dipicu oleh kurangnya tingkat prediktabilitas peraturan, meningkatnya perdagangan rokok ilegal serta minimnya insentif untuk mendorong investasi.

Kondisi ini disebut Dinar memberikan tekanan yang sangat besar bagi industri tembakau secara keseluruhan. Tak hanya itu, RMBA juga berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan keberlanjutan industri tembakau melalui regulasi yang berimbang bagi seluruh pemangku kepentingan.

"Terlepas dari tantangan tersebut, kami sangat yakin bahwa RMBA akan terus berperan aktif dalam perekonomian Indonesia, dengan menciptakan nilai dan masa depan yang lebih baik bagi semua pemangku kepentingan," tegas Dinar. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD