Harga minyak ditutup melonjak hampir 5 persen semalam setelah serangan baru terhadap kapal di Selat Hormuz memicu kekhawatiran gangguan pasokan.
Para analis menilai rencana Badan Energi Internasional (IEA) untuk melepas cadangan minyak dalam jumlah rekor tidak cukup untuk meredakan kekhawatiran pasar.
Jepang, yang sekitar 95 persen pasokan minyaknya bergantung pada Timur Tengah, mengatakan akan melepas sekitar 80 juta barel minyak dari cadangan strategisnya.
Volume itu setara dengan sekitar 45 hari pasokan untuk membantu meredam gangguan global.
Indeks saham ASX 200 Australia juga melemah pada Kamis setelah sempat menguat selama dua sesi sebelumnya. Lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah juga memicu kekhawatiran inflasi, menekan minat risiko investor, serta meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pekan depan.