Sebagai investor institusional, Danantara menempatkan diri secara tegas sebagai pelaku pasar, bukan pengambil kebijakan, meskipun merupakan bagian dari Pemerintah.
Pandu menekankan bahwa peran regulator dan investor tidak boleh dicampuradukkan. “We will act depending on the proportion. Kalau market-nya tambah liquid kita akan masuk, kalau likuiditasnya berkurang, kita juga akan work in proportion,” ujarnya.
Pendekatan tersebut, menurut Pandu, penting untuk mencegah moral hazard. “Tugas kami for profit. We have to make money. Jangan ada juga moral hazard yang terjadi di sini,” katanya.
Pada perdagangan Kamis (29/1), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,06 persen ke level 8.232,2. Sepanjang sesi, IHSG sempat tertekan lebih dalam hingga terdepresiasi lebih dari 9 persen secara intraday, yang memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) setelah indeks turun 8 persen.
Pelemahan tersebut melanjutkan tekanan pada perdagangan sehari sebelumnya, ketika IHSG ditutup terkoreksi tajam 659,67 poin atau 7,35 persen. Tekanan jual terutama datang dari investor asing, dengan nilai jual bersih (net foreign sell) tercatat mencapai Rp6,1 triliun.