Alih-alih melihat tekanan pasar sebagai sinyal pesimisme, Pandu menyebutnya sebagai peringatan yang justru diperlukan.
“Apa yang terjadi dalam tiga hari terakhir ini adalah satu ingatan yang sangat bagus. Mungkin kita butuh itu,” ujar Pandu.
Menutup pandangannya, Pandu menekankan pentingnya sikap terbuka terhadap kritik. Ia mengingatkan, tanpa perubahan, tekanan akan datang dengan cara lain. “Kalau kita nggak berubah, nanti kita yang diubah,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pandu mengatakan Danantara tetap melihat peluang di pasar saham domestik, namun dengan disiplin ketat. Danantara sebenarnya telah mulai masuk pasar sejak akhir tahun lalu, meski dilakukan tanpa sorotan.
Pandu menyebut tiga kriteria utama dalam investasi di pasar saham Indonesia. “Kita mencari saham dengan fundamental yang baik, likuiditas yang baik, dan value yang baik,” ujarnya.