Menurut Pandu, penilaian MSCI perlu dibaca secara objektif, bukan emosional. Fokus utama MSCI berada pada persoalan struktural pasar, terutama transparansi dan likuiditas.
“Masukan utamanya soal opaqueness and transparency on the shareholder level, dan juga likuiditas,” ujarnya.
Dalam konteks itu, Pandu mengingatkan risiko nyata jika Indonesia benar-benar bergeser ke kategori frontier market. Konsekuensinya bukan sekadar sentimen, melainkan aliran dana.
“Kalau untuk perubahan dari market sekarang (emerging market) ke frontier market, itu kurang lebih USD25-USD50 billion outflow,” katanya di hadapan ratusan audience.
Pandu melihat akar persoalan saat ini bukan semata pada aksi jual investor, melainkan pada bagaimana kebijakan dikomunikasikan.