UBS bahkan menyebut, jika risiko politik dan keuangan memburuk, harga emas berpotensi melonjak hingga USD5.400 per ons.
Goldman Sachs
Nada serupa disampaikan Goldman Sachs. Bank investasi ini memproyeksikan harga emas naik sekitar 14 persen ke level USD4.900 per ons pada Desember 2026 dalam skenario dasar (base case).
Goldman melihat adanya potensi kenaikan (upside risk) lebih lanjut, terutama jika diversifikasi aset ke emas meluas ke investor ritel dan private wealth.
Permintaan struktural yang kuat dari bank sentral serta dukungan siklikal dari penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menjadi pendorong utama, sehingga Goldman tetap merekomendasikan posisi long pada emas.
JPMorgan
Dari JPMorgan, prospek reli emas dinilai belum selesai. Setelah mencetak rekor di atas USD4.300 per ons sepanjang 2025, harga emas diperkirakan berpeluang menembus USD5.055 pada akhir 2026.