Secara tahunan, emas mencatatkan kenaikan terbaik sejak 1979, ditopang lonjakan permintaan aset lindung nilai di tengah meningkatnya risiko geopolitik serta pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
Fenomena yang kerap disebut sebagai debasement trade, dipicu kekhawatiran inflasi dan membengkaknya beban utang negara-negara maju, ikut menyulut reli tajam logam mulia ini.
Sebagai pasar yang jauh lebih besar, emas menyedot arus dana masif ke ETF berbasis bullion, sementara bank sentral melanjutkan tren pembelian yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Sepanjang tahun ini, harga emas tercatat melonjak sekitar 64 persen, menegaskan statusnya sebagai aset pelindung nilai utama di tengah ketidakpastian global yang belum mereda. (Aldo Fernando)