IDXChannel - Investor global menghadapi peningkatan signifikan risiko geopolitik setelah Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Langkah ini berpotensi membuka akses terhadap cadangan minyak raksasa negara tersebut dan mendorong aset berisiko dalam jangka panjang, namun dalam jangka pendek dapat memicu pelarian ke aset aman saat perdagangan kembali dibuka.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, AS akan mengambil alih kendali negara penghasil minyak itu, sementara Maduro, yang berulang kali dituduh AS menjalankan "negara narkoba" dan memanipulasi pemilu ditahan di pusat penahanan New York pada Minggu sambil menunggu dakwaan.
Washington belum pernah melakukan intervensi langsung seperti ini di Amerika Latin sejak invasi Panama pada 1989.
"Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ketegangan geopolitik terus mendominasi pemberitaan dan menggerakkan pasar," kata Ekonom di Saltmarsh Economics, Marchel Alexandrovich, dilansir Reuters, Senin (5/1/2026).
Pasar memang sedang tutup saat serangan terjadi. Namun, hari perdagangan pertama tahun ini dibuka dengan sentimen yang kuat.
Indeks Wall Street ditutup menguat dan dolar naik terhadap sekeranjang mata uang utama pada Jumat.