Di sisi lain, ringgit Malaysia, mata uang perdagangan minyak sawit, melemah 0,07 persen terhadap dolar AS sehingga membuat CPO sedikit lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Data Komisi Eropa menunjukkan impor kedelai Uni Eropa pada musim 2025-2026 yang berakhir 30 Juni mencapai 14,1 juta ton, turun 3 persen dibandingkan musim sebelumnya. Sementara itu, impor minyak sawit turun 4 persen menjadi 2,9 juta ton. (Aldo Fernando)