IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) menguat lebih dari 1 persen pada perdagangan Kamis (28/5/2026) seiring aktivitas pasar kembali berlangsung setelah libur, ditopang kenaikan harga minyak mentah dan minyak nabati pesaing.
Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1,20 persen menjadi 4.550 ringgit Malaysia per ton pada 15.13 WIB.
Kepala riset komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, mengatakan pasar bergerak lebih tinggi sejalan dengan kenaikan harga energi, kontrak minyak nabati China, dan minyak kedelai di Chicago.
“Perbincangan pasar mengenai fenomena super El Nino membuat pelaku pasar lebih berhati-hati. Kondisi ini saat ini dinilai mendukung harga minyak sawit,” ujar dia, sebagaimana dikutip Reuters.
Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian naik 0,75 persen, sementara kontrak minyak sawitnya bertambah 0,9 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga menguat 0,65 persen.
Minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan harga minyak nabati pesaing karena bersaing dalam pasar minyak nabati global.
Harga minyak mentah melonjak lebih dari 3 persen setelah Garda Revolusi Iran menyatakan telah menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat (AS) sebagai respons atas serangan AS di dekat bandara Bandar Abbas.
Kenaikan harga minyak mentah membuat minyak sawit menjadi pilihan yang lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Ringgit Malaysia, mata uang perdagangan minyak sawit, melemah 0,45 persen terhadap dolar AS sehingga komoditas tersebut menjadi lebih murah bagi pembeli yang memegang mata uang asing.
Data Komisi Eropa menunjukkan impor kedelai Uni Eropa untuk musim 2025/2026 yang dimulai pada Juli mencapai 11,95 juta ton hingga 24 Mei, turun 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara impor minyak sawit turun 4 persen menjadi 2,55 juta ton.
Menteri Keuangan Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Wilmar International dan Musim Mas Group termasuk perusahaan minyak sawit yang kini tengah diselidiki terkait dugaan praktik under-invoicing ekspor. (Aldo Fernando)