Di sisi lain, pasar juga merespons pernyataan Trump yang menyebut AS akan mulai mengawal kapal-kapal komersial keluar dari Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global.
Dari sisi pasokan, kelompok OPEC+ mengumumkan, pada Minggu (3/5), peningkatan produksi minyak sebesar 188.000 barel per hari mulai Juni.
Langkah ini dinilai lebih bersifat simbolis di tengah gangguan pasokan akibat konflik yang masih berlangsung.
Keputusan tersebut diambil bersama sejumlah negara produsen utama seperti Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman.
Sementara Uni Emirat Arab (UEA) tidak lagi terlibat setelah resmi keluar dari OPEC per 1 Mei.