Meski ada tambahan pasokan, pasar menilai dampaknya masih terbatas selama Selat Hormuz belum sepenuhnya kembali dibuka.
Jalur vital tersebut praktis tertutup sejak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari, yang menghambat distribusi minyak dari kawasan Teluk Persia.
Bahkan jika konflik mereda dalam waktu dekat, pemulihan infrastruktur energi di kawasan diperkirakan memerlukan waktu, sehingga risiko terhadap pasokan global masih akan bertahan dalam jangka pendek. (Aldo Fernando)