Tren positif ini turut diikuti oleh segmen jasa pengangkutan batubara (coal hauling), yang mencatatkan total volume pengangkutan sebesar 14,09 juta ton, sukses melampaui target rencana sebesar 13,99 juta ton sekaligus tumbuh dari realisasi 13,58 juta ton pada periode tahun sebelumnya.
“Pencapaian operasional di atas target ini didukung oleh kondisi cuaca tambang yang lebih kondusif dengan tingkat curah dan waktu hujan yang lebih rendah dari proyeksi, efisiensi jarak angkut (hauling distance) di pit tambang yang lebih optimal, serta perolehan alokasi volume tambahan dari klien utama Perseroan, PT Kideco Jaya Agung,” ujar Sekretaris Perusahaan Samindo Resources Ahmad Zaki Natsir di Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Menurut catatatan MYOH, akselerasi produksi ini sejalan dengan tren pemulihan dan penguatan harga batu bara global, yang mendorong pemilik konsesi tambang untuk memaksimalkan ritme penggalian lapisan penutup dan pemuatan batu bara guna menangkap momentum harga komoditas di pasar internasional.
Tingginya permintaan pengupasan batuan penutup dan penambangan batu bara tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh Perseroan melalui kesiapan armada alat berat dan keunggulan operasional di lapangan.
Kinerja operasional yang solid tersebut menopang perolehan top-line Perseroan secara konsisten. Pada Semester I-2026, MYOH membukukan total pendapatan konsolidasi sebesar USD83,99 juta, tumbuh positif dibandingkan periode yang sama 2025 sebesar USD79,57 juta.
Kontributor terbesar kenaikan pendapatan ini berasal dari jasa pemindahan tanah dan pengambilan batu bara (overburden removal & coal getting) yang menyumbang USD48,32 juta, naik melesat 15,2 persen dibandingkan USD41,93 juta pada Semester I-2025. Adapun pendapatan segmen jasa pengangkutan batu bara (coal hauling) sebesar USD21,76 juta.