Secara historis, Januari memang kerap menjadi bulan yang bersahabat bagi pasar saham Indonesia.
Berdasarkan data pergerakan IHSG selama 20 tahun terakhir, indeks mencatat kenaikan di Januari sebanyak 11 kali, dengan probabilitas penguatan mencapai sekitar 55 persen. Rata-rata imbal hasil IHSG pada Januari dalam dua dekade terakhir tercatat positif di kisaran 0,28 persen.
Momentum awal 2026 ini juga ditopang oleh kinerja kuat IHSG sepanjang tahun lalu. Sepanjang 2025, IHSG melonjak 22,13 persen, menjadi kenaikan tahunan tertinggi sejak 2017.
Dalam periode tersebut, indeks tercatat 24 kali menyentuh level ATH, mencerminkan solidnya minat investor terhadap pasar saham domestik, terutama saham-saham konglomerat.
Pengamat pasar modal Michael Yeoh menilai penguatan IHSG di awal Januari sejalan dengan pola musiman yang lazim terjadi setiap awal tahun.