“Biasanya terjadi lonjakan signifikan karena banyak investor yang melakukan aksi taking profit pada Desember kembali masuk ke pasar saham. Selain itu, banyak pula portofolio fund manager global yang melakukan reinvestment di bulan Januari,” ujar Michael, Senin (5/1/2026).
Menurut dia, penguatan awal tahun ini juga terlihat ditopang oleh pergerakan saham-saham sektor tertentu.
“Januari ini terlihat adanya spikes pada saham-saham perkapalan dan energi,” lanjutnya.
Apabila melihat data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham perkapalan macam BULL, BBRMS, GTSI, HUMI, LEAD, TMAS melambung puluhan persen dalam sepekan terakhir.
Sementara itu, saham energi, seperti milik Grup Bakrie-Grup Salim, BUMI, bersama emiten satu grupnya, mencatat lonjakan hingga 25 persen pada periode yang sama