"Jadi seluruh ketidakpastian itu tentu akan berdampak sedikit banyak kepada pergerakan di pasar. Pesan kami kepada seluruh investor agar tetap memperhatikan faktor fundamental. Kemudian melakukan analisis secara cermat dan menyesuaikan strategi investasi sesuai dengan profil risiko masing-masing, dalam kondisi pasar yang dinamis dan penuh dengan ketidakpastian ini," kata dia.
Namun, Jeffrey mengatakan kondisi ketidakpastian tersebut tidak hanya terjadi di pasar modal Indonesia. Beberapa indeks di Asia juga mengalami koreksi serupa dalam pekan perdagangan sebelumnya.
Bursa Asia kompak mengalami koreksi pada perdagangan Jumat (15/5/2026). Terpantau Nikkei 225 ditutup koreksi 1,99 persen, SSE Composite koreksi 1,02 persen, CSI 300 Indeks tertekan 1,12 persen, Indeks KOSPI juga ikut tertekan 6,12 persen, TAIEX melemah 1,39 persen, dan S&P 200 tertekan 0,11 persen.
"Kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia, ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global, itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini. Jadi saya rasa masih inline dengan global market," ujar dia.
(NIA DEVIYANA)