Selain laba, struktur neraca perseroan juga kian sehat dan kokoh. KS memperkuat posisi keuangannya dengan mencatatkan total aset sebesar USD2,8 miliar atau setara dengan Rp46,24 triliun. Di saat yang sama, komitmen perseroan dalam menyelesaikan kewajiban utang membuahkan hasil nyata, di mana total liabilitas ditekan turun sebesar 17 persen menjadi USD2,04 miliar atau Rp34,11 triliun.
Efek positif dari perbaikan kinerja ini membawa pertumbuhan yang sangat signifikan pada sisi ekuitas perusahaan. Tercatat, nilai ekuitas KS melonjak hingga lebih dari dua kali lipat menjadi USD725,5 juta atau Rp12,1 triliun, mencerminkan bahwa KS kini memiliki landasan finansial yang jauh lebih kuat untuk ekspansi di masa depan.
"Kami menyadari masih banyak tantangan di depan. Oleh karena itu, perseroan akan terus melakukan evaluasi portofolio secara aktif dan meninjau kembali kerja sama yang belum memberikan nilai optimal, demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh stakeholders," ujar Akbar.
Ke depan, KS memandang optimistis kelanjutan tren pertumbuhan ini melalui peningkatan utilisasi fasilitas produksi dan penguatan pangsa pasar domestik. Fokus strategis tetap tertuju pada pemenuhan kebutuhan sektor infrastruktur dan otomotif yang terus berkembang, selaras dengan semangat pembangunan nasional serta percepatan hilirisasi industri menuju visi Indonesia Emas.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental perusahaan, KS secara aktif melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh portofolio bisnis, termasuk meninjau kembali sejumlah kerja sama modal ventura (joint venture/JV) guna memastikan keselarasan dengan target pertumbuhan.