AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Laba Bank Ganesha (BGTG) Turun Jadi Rp6,121 M di kuartal III-2021

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Senin, 08 November 2021 06:16 WIB
Emiten perbankan PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) mencatatkan penurunan laba bersih menjadi sebesar Rp6,121 miliar di kuartal III-2021.
Laba Bank Ganesha (BGTG) Turun Jadi Rp6,121 M di kuartal III-2021. (Foto: MNC Media)
Laba Bank Ganesha (BGTG) Turun Jadi Rp6,121 M di kuartal III-2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannelEmiten perbankan PT Bank Ganesha Tbk (BGTG) mencatatkan penurunan laba bersih menjadi sebesar Rp6,121 miliar di kuartal III-2021 dibandingkan dengan periode sama tahun 2020, yang tercatat sebesar Rp13,02 miliar. Dengan demikian, laba per saham dasar Perseroan juga ikut turun menjadi senilai Rp0,55 dari senilai Rp1,19.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan perseroan seperti dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, pada Jumat (5/11/2021), disebutkan bahwa pendapatan bunga mengalami penurunan menjadi Rp235,23 miliar. Selain itu, pendapatan bunga bersih ikut berkurang menjadi Rp120,92 miliar.

Sepanjang periode Januari-September 2021, beban operasional BGTG juga bertambah menjadi Rp111,2 miliar. Tentu saja, hal itu membuat laba operasional Perseroan mengalami penurunan menjadi Rp9,715 miliar pada periode tersebut.

Sekadar diketahui, Bank Ganesha berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp2,222 triliun di kuartal III-2021, atau lebih rendah jika dibandingkan dengan akhir tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp2,567 triliun.

Sedangkan berdasarkan laporan keuangan yang sama, aset yang tercatat per September 2021, yakni naik menjadi sebesar Rp7,676 triliun, dari akhir Desember 2020 yaitu sebesar Rp5,365 triliun. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD