AALI
8425
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1250
ACES
1310
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2720
ADHI
885
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1395
AGRO
2300
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
68
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3990
AKSI
422
ALDO
715
ALKA
292
ALMI
238
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/09/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.78
1.26%
+5.72
IHSG
6108.27
0.78%
+47.51
LQ45
862.18
1.23%
+10.45
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16184.50
0.1%
+16.33
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,240
Emas
814,120 / gram

Optimalkan Operasi Kapal Tunda, IPCM Teken Kerja Sama Dengan IPC II

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 07 Mei 2021 14:55 WIB
PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) meneken perjanjian kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC Cabang Tanjung Priok.
Optimalkan Operasi Kapal Tunda, IPCM Teken Kerja Sama Dengan IPC II. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) meneken perjanjian kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC Cabang Tanjung Priok, terkait penggunaan sarana bantu pemanduan di luar Pelabuhan Cabang Tanjung Priok pada Jumat (30/4).

Perjanjian kerja sama dengan Cabang Tanjung Priok ditandatangani Direktur Utama IPCM, Amri Yusuf, dan General Manager IPC Cabang Tanjung Priok, Guna Mulyana.

Berdasarkan keterangan resmi perseroan, Kamis (6/5/2021), kerja sama ini meliputi penyediaan dan/atau penggunaan kapal tunda sebagai sarana bantu pemanduan yang dilaksanakan dengan sistem on call untuk melayani market baru.

Penandatanganan kerja sama ini sejalan dengan optimisme IPCM dalam perluasan pasar yang terus dikembangkan pada tahun ini. 

Kerja sama ini merupakan sinergi baik IPC Group untuk mengoptimalkan kapal tunda yang dibutuhkan oleh pihak ketiga dengan tetap memperhatikan dan memprioritaskan pelayanan kapal-kapal pada market eksisting.

Sebagai informasi, IPCM mencatat pendapatan Rp697 miliar sepanjang tahun lalu. Perolehan ini naik 2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp682 miliar. Segmen penundaan kapal atawa towage masih menjadi kontributor utama pendapatan IPCM. Porsinya mencapai 88% dari pendapatan konsolidasi. 

Sedangkan, segmen pemanduan kapal alias pilotage hanya berkontribusi sekitar 4% atau setara Rp25 miliar terhadap pendapatan konsolidasi. Kemudian, segmen jasa pengelolaan kapal menyumbang Rp56 miliar atau setara 8% terhadap pendapatan konsilidasi. 

Meski demikian, sejumlah kenaikan pada pos pajak membuat beban operasional IPCM naik 237% secara tahunan menjadi Rp38,44 miliar. Sehingga, laba usaha Jasa Armada turun 18% menjadi Rp89,17 miliar. 

Emiten berkode saham IPCM juga mencatat beban keuangan Rp4,62 miliar, melesat 29 kali lipat dari sebelumnya Rp154,92 juta. Dus, laba bersih IPCM di tahun 2020 turun 11% menjadi Rp80,23 miliar dari sebelumnya Rp90,05 miliar. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD