Terkait hal itu, Odang menyatakan bahwa pihaknya, yaitu SAS, telah menyusun rencana roadshow literasi investasi ke kalangan perguruan tinggi.
Dengan adanya kolanborasi yang kuat, Odan pun meyakini keberadaan ekosistem Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) sebagaimana yang digeluti oleh SAS, dan juga seluruh ekosistem investasi lain, dapat berperan sebagai pilar penting terhadap inklusi keuangan nasional.
"Pengawasan perlu ditingkatkan terhadap praktik-praktik (investasi) ilegal. Lalu juga sinergi berbagai pihak, antara (pelaku) industri, akademisi, dan regulator. Ini semua penting untuk mewujudkan industri keuangan yang lebih inklusif dan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Odang.
(taufan sukma)