Selain itu, kenaikan Correction Factor (CF) dasar menjadi 30 persen pada kadar 1,6 persen Ni (nikel), dibandingkan 20 persen pada 1,9 persen Ni sebelumnya, secara efektif mengerek harga dasar bijih di seluruh spektrum kadar.
“Ini mencerminkan dorongan kebijakan yang lebih tegas untuk meningkatkan penerimaan negara sekaligus memperkuat posisi tawar penambang domestik,” tulis riset tersebut.
Salah satu pembaruan paling krusial dalam HPM 2026 adalah pengakuan terhadap nilai produk sampingan (by-product), yang menciptakan perbedaan nilai ekonomi antara saprolit dan limonit.
Pada saprolit, yang umumnya berkadar sekitar 1,6 persen Ni dengan kandungan besi hingga 35 persen, kontribusi besi kini dapat diperhitungkan melalui CF sebesar 30 persen terhadap HMA bijih besi laterit. Hal ini membuat nilai bijih tidak lagi semata ditentukan oleh kandungan nikel.
Sementara itu, pada limonit dengan kadar nikel lebih rendah, sekitar 1,0-1,3 persen dan kandungan besi di atas 35 persen, besi umumnya tidak masuk perhitungan.