AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Perusahaan Pembangkit Listrik Tamaris Hidro Tawarkan Obligasi Rp750 Miliar

MARKET NEWS
Kunthi Fahmar Sandy
Kamis, 27 Januari 2022 16:57 WIB
Pada tahun 2025,Pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) dengan target bauran sebesar 23% jadi 24,8% di 2030
Perusahaan Pembangkit Listrik Tamaris Hidro Tawarkan Obligasi Rp750 Miliar (FOTO:MNC Media)
Perusahaan Pembangkit Listrik Tamaris Hidro Tawarkan Obligasi Rp750 Miliar (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - PT Tamaris Hidro akan menerbitkan Penawaran Umum  Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022, dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp750 miliar. 

Direktur Perseroan Rachmat Saptaman mengatakan, dana dari hasil Penawaran Umum Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 (setelah dikurangi dengan biaya emisi), akan digunakan untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit sindikasi Perseroan dan entitas anak.   

"Sebagai portofolio investasi, Obligasi tersebut relatif aman karena memiliki dua dukungan4 kuat. Pertama, penerbitan Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 tersebut akan didukung  Fasilitas Pembiayaan Pendukung Obligasi (CEF) darn PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan jumlahfasilitas standby maksimal Rp750 miliar," katanya saat paparan publik Kamis (27/1/2022).  

Dana tersebut dapat digunakan untuk pemenuhan Dana Cadangan Pembayaran Bunga dan/atau Dana Cadangan Pelunasan Pokok Obligasi.  

Kedua, Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 didukung dengan sinking fund, yaitu Dana Cadangan yang mencakup beberapa hal, pertama dana cadangan untuk pembayaran bunga obligasi yang harus tersedia sebesar 3 bulan pembayaran bunga obligasi untuk masing masing seri obligasi, dimana dana tersebut harus tersedia paling lambat 20 (dua puluh) hari kerja setelah emisi. 

"Kedua, dana Cadangan Pelunasan Pokok Obligasi yang harus tersedia sejak 12 bulan hingga 3 bulan sebelum tanggal pelunasan pokok  masing‐masing Seri Obligasi, bertahap dari 3% hingga 100%," katanya. 

Adapun, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat triple A untuk Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 tersebut. 

Bertindak sebagai penjamin Pelaksana Emisi Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 adalah  BCA Sekuritas, Bina Arta Sekuritas dan Indo Premier Sekuritas. Sedangkan bertindak sebagai penjamin Emisi adalah Nikko Sekuritas Indonesia. Sementara Bank BRI bertindak sebagai Wali Amanat.  

Seperti diketahui, listrik merupakan kebutuhan utama bagi wilayah yang perekonomiannya sedang tumbuh. Pemerintah pun terus berupaya meningkatnya pasokan energi listrik. Bahkan dalam Perpres Nomor 04 Tahun 2016, Pemerintah menagetkan tambahan kapasitas listrik sebesar 35.000 MW.   

Di sisi lain, Pemerintah juga harus menjaga tingkat emisi karbon demi stabilitas iklim. Melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PLN 2021, pemerintah memproyeksikan sebaran listrik yang bersumber dari EBT yang sangat  diandalkan dan akan semakin besar potensinya. 

Untuk itu, pada tahun 2025, Pemerintah menargetkan penambahan  kapasitas pembangkit listrik energi baru 

terbarukan (EBT) dengan target bauran sebesar 23% dan menjadi 24,8% pada tahun 2030. 

Salah satu yang dapat dilakukan untuk  mencapai bauran energi tersebut yakni  dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). EBT yang  berasal dari tenaga air merupakan  pembangkit yang murah dan ramah lingkungan.  

Terlebih Indonesia memiliki banyak  pegunungan dan sungai yang kaya akan  air, bahkan Indonesia juga memiliki lebih dari 4.400 sungai baik sedang maupun besar yang juga memiliki potensi untuk 

menghasilkan energi hijau.   

Dalam penambahan kapasitas 35.000 MW itu, Pemerintah mengedepankan peran swasta di dalam membangun, mengoperasikan dan menjaga keandalan listrik sehingga PLN  dapat dengan optimal mengatur distribusi listrik. Dengan demikian swasta memiliki peluang yang besar terhadap ekspansi Pembangkit Lisrik Tenaga Air untuk mendukung program 35 GW  dan sebaran energi EBT dengan target minimal 23% pada tahun 2025.  

Jumlah investasi yang diperlukan untuk  mendukung program Pemerintah sangat  besar dan Pemerintah tidak bisa menanggung beban berat tersebut sendirian tanpa bantuan swasta. Sejalan 

dengan hal itu, PT Tamaris Hidro sebagai perusahaan holding investasi bidang energi, saat ini telah terlibat dalam program penambahan kapasitas listrik melalui 10 entitas anak yang bergerak dalam pengembangan energi minihidro yaitu bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH) yang tersebar di Indonesia.  

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD