sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Saham EMAS-ARCI Cs Tumbang saat IHSG Menguat usai Libur, Ada Apa?

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
25/03/2026 13:11 WIB
Saham-saham emiten emas dan tambang logam mulia merosot pada perdagangan Rabu (25/3/2026), bahkan sebagian terkoreksi tajam.
Saham EMAS-ARCI Cs Tumbang saat IHSG Menguat usai Libur, Ada Apa? (Foto: Pexels)
Saham EMAS-ARCI Cs Tumbang saat IHSG Menguat usai Libur, Ada Apa? (Foto: Pexels)

IDXChannel – Saham-saham emiten emas dan tambang logam mulia merosot pada perdagangan Rabu (25/3/2026), bahkan sebagian terkoreksi tajam di tengah penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menghijau usai libur panjang Nyepi dan Idulfitri.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga penutupan sesi I, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) turun 9,74 persen ke Rp8.575 per unit, diikuti PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang melemah 4,72 persen ke Rp505 dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) yang terkoreksi 4,06 persen ke Rp1.535.

Tekanan juga terjadi pada ANTM yang turun 2,93 persen, MDKA 2,11 persen, serta HRTA yang melemah 1,99 persen. Di sisi lain, AMMN justru menguat 7,34 persen dan BRMS naik 7,35 persen.

Pelemahan saham-saham emas ini diduga berkaitan dengan perubahan efektif indeks global yang memicu penyesuaian portofolio investor, selain merespons kejatuhan harga emas global beberapa hari lalu.

Sebelumnya, EMAS bersama ARCI dan PSAB masuk dalam rebalancing Market Vectors Index Solutions (MVIS) Global Junior Gold Miners Index yang menjadi acuan VanEck Junior Gold Miners ETF (GDXJ), dengan perubahan yang mulai berlaku efektif pada 20 Maret 2026.

Rebalancing indeks biasanya diikuti aksi penyesuaian kepemilikan oleh dana pasif global, sehingga berpotensi menimbulkan volatilitas jangka pendek pada saham-saham yang masuk atau keluar indeks.

Kabar lainnya soal EMAS, perseroan mengajukan pencatatan saham (IPO) di bursa Hong Kong.

Langkah ini ditujukan untuk memperluas basis investor sekaligus mengakses modal luar negeri, seiring produksi di tambang emas unggulannya, Pani Gold Mine, terus meningkat.

Dalam pengajuan yang dikirim ke Bursa Hong Kong pada Jumat (20/3/2026) pekan lalu, seperti dikutip Reuters, Senin (23/3), perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini menyebut bahwa listing di Hong Kong akan meningkatkan profilnya di mata investor institusi internasional.

UBS dan Citic Securities ditunjuk sebagai penjamin emisi bersama untuk proses IPO ini.

Di sisi lain, harga emas dunia justru mulai pulih.

Mengutip Trading Economics, harga emas naik di atas USD4.500 per ons pada Rabu, menandai penguatan dua hari berturut-turut seiring meningkatnya harapan meredanya konflik Timur Tengah setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat (AS) tengah membuka jalur negosiasi dengan Iran.

Media Israel menyebut Washington mengupayakan gencatan senjata selama satu bulan untuk membuka ruang perundingan, sementara The New York Times melaporkan AS telah mengirimkan proposal 15 poin kepada Iran guna mengakhiri konflik.

Optimisme tersebut muncul meski Presiden AS Donald Trump memerintahkan pengiriman sekitar 2.000 pasukan tambahan ke kawasan Timur Tengah, sebagai bagian dari opsi untuk meredakan ketegangan terkait kendali Iran atas Selat Hormuz.

Dalam beberapa waktu terakhir, harga emas sempat jatuh hingga 25 persen dari level tertinggi akibat lonjakan harga energi yang dipicu konflik Iran, sehingga meningkatkan kekhawatiran inflasi dan mendorong ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.

Gubernur Federal Reserve (The Fed) Michael Barr bahkan menegaskan bank sentral kemungkinan perlu mempertahankan suku bunga tetap tinggi untuk memastikan inflasi terkendali, yang turut menekan prospek emas dalam jangka pendek.

Sementara itu, pasar saham domestik secara umum bergerak positif.

IHSG menguat 1,30 persen ke level 7.199,20 setelah kembali dibuka pascalibur panjang.

Meski demikian, dalam satu bulan terakhir IHSG masih terkoreksi sekitar 13,06 persen akibat kombinasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak global.

Selain itu, tekanan juga datang dari potensi tekanan fiskal yang disoroti lembaga rating internasional dan isu investabilitas yang diajukan MSCI yang masih dalam tahap diskusi dengan otoritas pasar, dengan pengumuman final dijadwalkan pada Mei mendatang. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement