Perusahaan ini dinilai mampu memanfaatkan jaringan logistik dan neraca yang kuat untuk meningkatkan penjualan bahan bakar ke klien domestik.
Saham AKRA sendiri menguat 7,60 persen dalam sebulan terakhir.
Di sektor batu bara, sentimen positif datang dari potensi substitusi gas ke batu bara ketika harga energi melonjak. Kondisi ini mendukung permintaan batu bara dan memperkuat prospek emiten tambang.
Saham PT Indika Energy Tbk (INDY) memang turun 12,78 persen dalam sebulan, namun PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) naik 15,41 persen, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melonjak 28,06 persen, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 18,77 persen dalam periode yang sama.
Kenaikan harga energi juga berpotensi menguntungkan sektor pelayaran dan jasa migas, terutama karena aktivitas eksplorasi dan pengiriman energi meningkat.
Rerouting pengiriman serta pasokan tanker yang lebih ketat diperkirakan akan mendorong kenaikan tarif sewa kapal dan aktivitas jasa energi, memperluas efek positif di luar sektor hulu.