AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Tingkatkan Valuasi, Jadi Alasan Bos Telkom Grup Dorong IPO Mitratel

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Rabu, 10 November 2021 15:23 WIB
Aksi korporasi PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) melakukan penawaran publik saham perdana alias initial public offering (IPO) tinggal selangkah lagi.
Tingkatkan Valuasi, Jadi Alasan Bos Telkom Grup Dorong IPO Mitratel
Tingkatkan Valuasi, Jadi Alasan Bos Telkom Grup Dorong IPO Mitratel

IDXChannel -  Aksi korporasi PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) melakukan penawaran publik saham perdana alias initial public offering (IPO) tinggal selangkah lagi.

Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Ririek Adriansyah mengungkapkan bahwa strategi go public bagi anak usahanya tersebut bakal memberikan keuntungan bagi Telkom, baik dari segi valuasi hingga peningkatan harga saham TLKM.

"Inilah yang kita harapkan dan menjadi salah satu motif utama kita untuk meng-IPOkan Mitratel di samping beberapa alasan yang lain," kata Ririek dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Rabu (10/11/2021).

Terkait harapan adanya peningkatan valuasi untuk grup Telkom, Ririek mencermati bahwa 'unlock' Mitratel ke publik justru dapat mengekspos bisnis menara lebih luas. Hal tersebut menurutnya lebih baik daripada Mitratel 'terkunci' di bawah grup Telkom.

Ririek menghitung bahwa valuasi nilai perusahaan / enterprise value (EV) dengan EBITDA Telkom Group berada di bawah industri tower sebesar 5,4x. EV/EBITDA merupakan rasio untuk menghitung valuasi perusahaan.

"Tower ini secara valuasi lebih tinggi daripada telekomunikasi. Kira-kira kalau dari segi multiple EBITDAnya atau kalau dihitung dari pengkalian dari EBITDA perusahaan maka multiple tower ini hampir dua kali lipat dari telekomunikasi," lanjutnya.

Jadi saat ini, Telkom ada di value 5,4x, sedangkan Tower ada di 10-12x, ketika Tower ini kita keluarkan / unlock, maka harapan kita adalah valuenya bisa terekspos dan bisa lebih besar daripada kalau dia ada di dalam Telkom tanpa di unlock. Dengan demikian maka valuasi Telkom Group maka akan jadi lebih besar," pungkasnya.

Peluang tumbuhnya valuasi grup Telkom, terang Ririek, dinilai cukup besar mengingat kondisi EV/EBITDA di sejumlah negara-negara maju bisa mencapai 20x. Menurutnya, IPO Mitratel perlu bagi pengembangan bisnis Telkom kedepannya, selain karena Telkom adalah pengendali dari Mitratel.

Seperti diketahui, Mitratel bakal menggunakan dana IPO ini sebanyak 44 persen untuk belanja modal seperti penambahan penguatan, penambahan menara telekomunikasi, pembangunan menara baru dan penambahan site baru, serta ekspansi ke teknologi dan layanan yang berkaitan dengan bisnis penyewaan menara.

Sementara 56 persen lainnya bakal dieksekusi untuk belanja modal anorganik, seperti mengakuisisi menara telekomunikasi dari operator telekomunikasi dan akuisisi strategis produk, teknologi, dan layanan baru.

Adapun sisanya bakal digunakan untuk kebutuhan modal kerja dan kebutuhan peningkatan sistem teknologi informasi serta penerapan program pengembangan.

Saat ini, proses IPO Mitratel sedang menunggu diperolehnya pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diperkirakan bakal selesai pada 12 November. Artinya, penawaran umum akan dilaksanakan pada 16-18 November 2021 dan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 November 2021. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD