Dalam keterbukaan informasi, BRIS mengusulkan rights issue sebanyak-banyaknya 6,8 miliar saham baru dengan target penyelesaian pada kuartal I-2027.
Aksi tersebut masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada 6 November 2026.
Seluruh dana bersih hasil rights issue akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan.
Berdasarkan perhitungan UOB Kay Hian, BRIS sebenarnya hanya membutuhkan sekitar 3,08 miliar saham baru untuk meningkatkan free float dari 9,33 persen menjadi tepat 15 persen, dengan asumsi seluruh saham baru masuk ke kepemilikan publik yang memenuhi kriteria free float.
Artinya, jumlah maksimal penerbitan 6,8 miliar saham mencapai sekitar 2,2 kali kebutuhan tersebut.