Dalam pertemuan terbaru, manajemen BDMN menyatakan masih mengevaluasi sejumlah opsi dan belum menentukan skema yang akan ditempuh.
Melihat kondisi tersebut, UOB Kay Hian menyarankan investor lebih selektif dan tidak sekadar mengejar saham yang memiliki tenggat pemenuhan free float.
“Beli transaksinya, bukan tenggat waktunya,” tulis Posmarito.
Dari total potensi pasokan saham sekitar Rp21,4 triliun, sekitar 73 persen terkonsentrasi pada lima bank.
Besarnya potensi pasokan dibandingkan kapitalisasi pasar, valuasi saham, tingkat ROE, serta struktur transaksi akan menjadi faktor penting dalam menentukan dampaknya terhadap investor.
Untuk saat ini, BRIS menjadi satu-satunya dari empat bank yang ditemui UOB Kay Hian yang telah memiliki skema pemenuhan free float secara formal.