Namun, angka tersebut merupakan estimasi UOB Kay Hian dan bukan target penghimpunan dana yang telah ditetapkan BRIS. Bank juga belum mengungkapkan jumlah penerbitan final maupun harga pelaksanaan rights issue.
Posmarito menilai pelaksanaan rights issue BRIS akan sangat bergantung pada minat investor publik, terutama apabila pemegang saham utama hanya berpartisipasi sebagian atau bahkan tidak menggunakan haknya.
Estimasi penghimpunan dana Rp5,25 triliun tersebut setara sekitar 8 persen dari kapitalisasi pasar BRIS yang mencapai Rp65,5 triliun, sekaligus sekitar 85,9 persen dari nilai pasar free float yang saat ini memenuhi kriteria.
“Ketidakpastian mengenai harga pelaksanaan dan komitmen partisipasi akan membebani saham. Kami tidak merekomendasikan menambah eksposur sebelum informasi tersebut tersedia,” kata Posmarito.
BNGA Terbentur Valuasi
Sementara itu, BNGA menghadapi persoalan berbeda. Dengan free float sekitar 7,5 persen, bank membutuhkan pelepasan sekitar 1,89 miliar saham untuk mencapai 15 persen.