Jika seluruh saham diterbitkan dan seluruhnya masuk ke publik, free float BRIS secara teoritis dapat meningkat menjadi sekitar 20,98 persen.
Di sisi lain, penerbitan maksimal tersebut akan menyebabkan dilusi kepemilikan pemegang saham yang tidak berpartisipasi sekitar 12,85 persen.
BRIS juga memproyeksikan modal meningkat dari Rp51,1 triliun pada 2026 menjadi Rp64,4 triliun pada 2027.
Rasio kecukupan modal atau CAR diperkirakan naik dari 20,38 persen menjadi 23,31 persen, sehingga posisi permodalan bank semakin mendekati kategori KBMI 4.
Dengan menggunakan estimasi laba 2026 konsensus Bloomberg yang telah disesuaikan serta asumsi payout ratio 20 persen untuk laba 2026 yang dibayarkan pada 2027, UOB Kay Hian memperkirakan secara ilustratif kebutuhan pendanaan bersih BRIS sekitar Rp5,25 triliun.