Namun, valuasi BNGA yang berada di kisaran 0,7-0,8 kali price to book value (P/B) membuat penjualan blok dalam jumlah besar berpotensi harus dilakukan dengan diskon tambahan.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemegang saham pengendali untuk melakukan pelepasan saham dalam waktu dekat.
Terlebih, BNGA memiliki rasio modal inti utama bank (CET1) sebesar 22,4 persen, sehingga tidak terdapat kebutuhan permodalan yang mendesak untuk mendorong rights issue.
Berdasarkan pertemuan dengan manajemen, Posmarito memahami bahwa BNGA tidak memiliki rencana untuk melakukan go private.
Dengan demikian, valuasi dan permintaan investor kemungkinan menjadi faktor utama yang menentukan waktu pelaksanaan, dengan skema pelepasan saham secara bertahap dinilai sebagai opsi yang paling mungkin.