Justru, menurut Airlangga, sejumlah negara anggota G20 sejauh ini malah sedang mengalami kontraksi pertumbuhan, seperti yang terjadi Korea Selatan dan Jerman, yang terpantau mengalami perlambatan ekonomi secara tahunan (year on year/YoY), masing-masing sebesar 0,1 persen dan 0,2 persen.
"(Perkembangan) Selanjutnya akan terus kita lihat, kita pantau (kinerja) di triwulan selanjutnya, karena pada triwulan selanjutnya kita bisa berharap anggaran pemerintah sudah mulai berjalan. Dengan demikian, momentum pertumbuhan (ekonomi) bisa lebih terjaga," ujar Airlangga, dalam keterangan resminya.
(taufan sukma)