Sementara itu, inflasi inti atau core CPI yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi naik 0,4 persen secara bulanan dan 2,8 persen secara tahunan, juga melampaui proyeksi pasar.
Kenaikan inflasi terjadi di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat perang di Timur Tengah yang telah berlangsung lebih dari dua bulan.
Indeks harga energi tercatat naik 3,8 persen secara bulanan pada April dan menyumbang lebih dari 40 persen kenaikan inflasi utama bulanan. Secara tahunan, harga energi melonjak 17,9 persen, menjadi kenaikan tertinggi sejak September 2022.
Sementara itu, harga bensin naik 5,4 persen secara bulanan dan melesat 28,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, tertinggi sejak Juli 2022.
Meski pasar saham terkoreksi pada awal perdagangan, Wall Street sebelumnya masih ditopang penguatan saham-saham teknologi, khususnya emiten semikonduktor yang mendapat sentimen positif dari tren kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).