sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Variatif Usai Inflasi Produsen AS Melonjak

Market news editor Desi Angriani
13/05/2026 21:35 WIB
Secara tahunan inflasi produsen AS melonjak 6 persen, tertinggi sejak Desember 2022
Wall Street Dibuka Variatif Usai Inflasi Produsen AS Melonjak (Foto: dok AP)
Wall Street Dibuka Variatif Usai Inflasi Produsen AS Melonjak (Foto: dok AP)

Sementara itu, inflasi inti produsen yang tidak memasukkan komponen makanan, energi, dan perdagangan naik 0,6 persen secara bulanan dan 4,4 persen secara tahunan, juga melampaui proyeksi analis.

Data tersebut muncul sehari setelah laporan inflasi konsumen AS atau Consumer Price Index (CPI) menunjukkan tekanan harga yang dipicu lonjakan harga energi akibat perang Iran.

Presiden dan Chief Investment Officer Bellwether Wealth, Clark Bellin menilai, kenaikan harga minyak di atas USD100 per barel mulai memberikan dampak luas terhadap biaya produksi.

"Produsen mulai merasakan efek rambatan dari minyak di level USD100 per barel yang meningkatkan biaya produksi secara luas karena energi merupakan salah satu komponen biaya paling penting," ujarnya.

Bellin menambahkan, The Fed kini menghadapi tantangan besar karena inflasi tetap tinggi di saat pasar tenaga kerja mulai melambat. Situasi tersebut dinilai semakin kompleks menjelang pergantian pimpinan bank sentral AS.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement