Kemudian, investor beralih ke teknologi dan mempertimbangkan berapa lama konflik di Timur Tengah dapat berlangsung serta dampaknya terhadap inflasi dan kebijakan Federal Reserve.
Smead melanjutkan, investor kembali ke saham-saham yang familiar dan berkinerja tinggi seperti Nvidia, saham teknologi Magnificent Seven, dan sektor pertahanan.
“Ketika orang merasa takut, mereka kembali ke apa yang nyaman,” katanya.
Tercatat saham Nvidia naik 3 persen, dan Microsoft naik 1,5 persen, pulih dari penurunan tajam bulan lalu. Kenaikan ini membantu S&P 500 dan Nasdaq memangkas kerugian setelah keduanya sempat menyentuh level terendah dua minggu pada awal sesi.
Perusahaan energi, laba mereka naik seiring kenaikan harga minyak, sementara saham perjalanan dan maskapai penerbangan anjlok akibat pembatalan penerbangan, biaya bahan bakar jet yang lebih tinggi, dan penutupan ruang udara di Timur Tengah secara luas.
Delta dan United Airlines masing-masing turun lebih dari 2 persen, sementara saham pelayaran yang sensitif terhadap harga minyak mentah seperti Carnival turun 7,6 persen dan Norwegian Cruise (NCLH.N),turun lebih dari 10 persen.
Beberapa fasilitas minyak dan gas di Timur Tengah menghentikan produksi. Harga minyak mentah AS ditutup naik 6 persen menjadi USD71,23 per barel setelah naik dua kali lipat selama sesi perdagangan. Brent ditutup di USD77,74 per barel, naik 6,68 persen.
(Nur Ichsan Yuniarto)