"Kemudian kita masih ada satu lagi yang di Sunter. Jadi Jakarta akan ada tiga Pembangkit Listrik Tenaga Sampah kemudian ada RDF di Rorotan. Kalau itu jalan semua, maka problem sampah di Jakarta terus terang akan selesai," kata dia.
Yang menjadi persolan menurutnya adalah ketika fasilitas PSEL tersebut telah beroperasi normal, namun bahan baku atau sampah yang tersedia tidak cukup diolah.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pramono telah memikirkan agar memanfaatkan stok sampah yang telah menumpuk di Bantargebang.
"Malah problemnya adalah jangan sampai nanti kemudian Jakarta untuk PLTS dan sebagainya itu kita akan kekurangan. Itu yang akan menjadi problem sendiri," kata dia.
"Tapi saya yakin karena kita punya stok di Bantar Gebang, maka untuk yang beroperasi di Bantar Gebang kita akan prioritaskan untuk cut and fill atau memotong yang di Bantar Gebang yang sudah menggunung tadi. Sehingga itulah yang kita lakukan," kata Pram.
(Nur Ichsan Yuniarto)