Transformasi digital seharusnya digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata dalam bisnis. Misalnya memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, memperbaiki pelayanan, hingga membuat usaha lebih berkelanjutan.
Karena itu, pelaku UMKM juga diminta tidak sekadar mengejar teknologi yang sedang populer, termasuk dalam penggunaan artificial intelligence (AI). Pemerintah mengingatkan pelaku usaha agar melihat terlebih dahulu persoalan yang paling penting untuk diselesaikan dalam.
Misalnya, ketika pelaku usaha kesulitan membuat konten secara rutin, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pembuatan dan distribusi konten. Jika persoalannya berada pada pengelolaan data penjualan, teknologi dapat digunakan untuk membantu membaca data dan menentukan strategi bisnis.
Begitu juga dengan pelayanan konsumen, administrasi maupun perencanaan usaha yang dapat dibantu dengan teknologi sesuai kebutuhan.
UMKM diminta tak hanya mengikuti AI hanya karena takut tertinggal tren. Namun, diharapkan dapat betul-betul menggunakan bantuan AI untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam menjalankan usaha.