Pemerintah Vietnam juga mengupayakan strategi jangka pendek untuk menjaga stabilitas ekonomi.
"Kami tetap tenang dan berani, serta telah mengambil sejumlah langkah tepat," ujar Chinh.
Tarif sebesar 46 persen untuk produk Vietnam merupakan bagian dari kebijakan perdagangan agresif AS untuk mengurangi defisit perdagangan. Namun kebijakan itu kini masih dalam masa penangguhan hingga Juli 2025.
Meski demikian, kebijakan ini menuai kritik karena dianggap bisa merusak kerja sama dagang dengan negara-negara berkembang yang sangat mengandalkan ekspor, seperti Vietnam.
(Ibnu Hariyanto)