Oleh karena itu, dia menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk maksimal dan optimal dalam mengawal proses distribusi pupuk di seluruh wilayah Indonesia.
“Saya ingatkan seluruh jajaran untuk ikut mengawal terkait distribusi pupuk sehingga tepat sasaran, dan produktivitas petani juga betul-betul optimal dan pencapaian peningkatan swasembada pangan sebagaimana ditarget presiden betul-betul bisa berjalan dengan maksimal,” terangnya.
Komisi IV DPR Harap Revamping Pabrik Pupuk Bermanfaat bagi Petani
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto turut menghadiri peresmian proyek revamping ammonia pabrik 2 PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang.
“Kami dari Komisi IV mengucapkan terima kasih atas undangan hadir disini meresmikan atau revitalisasi pabrik ammonia Kaltim ini,” kata Titiek, Kamis.
Titiek menjelaskan, dia ditelepon oleh Direktur Utama yang menceritakan bahwa 42 tahun lalu, Presiden Soeharto meresmikan pabrik tersebut.
“Saya dihubungi oleh direktur utama, ibu ketua harus datang kesini karena dulu 42 tahun lalu adalah bapak Presiden Soeharto, ayahanda tercinta yang meresmikan pabrik ini. Kami diminta sebagai selaku kebetulan Ketua Komisi IV meresmikan Revamping dari pabrik ini,” ujarnya.
Titiek mengungkapkan, pabrik ini bukan sebatas bangunan, melainkan bangunan pabrik dengan sejarah panjang di baliknya. Menurutnya, dalam hal ini Pupuk Kaltim telah memberikan darmabakti untuk kemajuan industri pangan di Indonesia.
“Ini pabrik ini sangat luar biasa sejarahnya panjang sekali selama empat dekade telah memberikan darmabaktinya untuk kemajuan industri pangan Indonesia,” ucap Titiek.
Titiek menuturkan, keberadaan pabrik ini sudah bisa menghemat Rp10 miliar dari biaya pengadaan pupuk selama ini.
“Jadi kami dari Komisi IV DPR RI sangat mengapresiasi mudah-mudahan ini bisa benar-benar bermanfaat untuk bangsa terutama para petani,” tutup Titiek.
(Nadya Kurnia)