Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan mundurnya target penyelesaian dari akhir Januari ke Februari 2026 disebut semata-mata karena penyesuaian jadwal pertemuan kedua kepala negara.
“Kan pertemuan itu harus ada jadwal dan harus ada agendanya, dan jadwal harus cocok agendanya. Kan jadwal kedua pemimpin kan harus kita perhatikan. Kedua pemimpin juga ketemu kemarin di Davos,” kata Airlangga.
(Nur Ichsan Yuniarto)