Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, seperti Universitas Brawijaya, Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Indonesia (UI), serta didukung oleh perusahaan teknologi global dan universitas internasional.
“Kami bekerja sama dengan Google, Apple, Amazon, juga MIT dan Oxford. Jadi talenta yang dihasilkan siap masuk ke kebutuhan riil di lapangan,” jelas Wamen Nezar Patria.
Wamen Nezar menegaskan bahwa kolaborasi dengan BPJS Kesehatan dapat langsung dijalankan dengan memadukan data, use case, dan talenta yang sudah tersedia.
“Kalau BPJS Kesehatan punya use case dan data, kami punya talenta dan ekosistem. Ini bisa langsung kita kerjakan bersama. Tujuannya jelas: layanan ke masyarakat harus lebih cepat, lebih akurat,” tegasnya.
Sebelumnya, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan mulai mengembangkan berbagai use case AI, tetapi masih menghadapi keterbatasan kapasitas pengembangan.