Sebelum perang pecah akhir bulan lalu, sekitar seperlima pasokan minyak global melintasi selat itu setiap harinya.
Selat Hormuz juga menjadi jalur maritim penting bagi sejumlah komoditas lain, termasuk gas alam, pupuk, plastik, dan helium. (Wahyu Dwi Anggoro)