AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20171.27
0.29%
+59.17
N225
26855.30
0.67%
+177.50
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Gunakan e-Haj, Kemenag Ungkap Alasan Pemberian Kuota Haji untuk Indonesia dari Arab Saudi

SYARIAH
Bachtiar Rojab
Rabu, 04 Mei 2022 14:45 WIB
Kemenag membeberkan alasan Arab Saudi membatasi kuota Haji untuk Indonesia.
Gunakan e-Haj, Kemenag Ungkap Alasan Pemberian Kuota Haji untuk Indonesia dari Arab Saudi
Gunakan e-Haj, Kemenag Ungkap Alasan Pemberian Kuota Haji untuk Indonesia dari Arab Saudi

IDXChannel - Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief, membeberkan alasan Arab Saudi membatasi kuota Haji untuk Indonesia. Menurutnya, hal tersebut diberlakukan dikarenakan adanya terobosan elektronik-Haj (e-Haj).

Hilman mengatakan, dengan kuota Indonesia yang mencapai 100.051 jemaah, hal itu telah ditentukan langsung oleh pemerintah Arab Saudi. Berbeda dengan tahun sebelumnya, yang perlu adanya pertemuan langsung perwakilan dua negara untuk menentukan jumlah kuota.

"Tanpa melalui penandatangan MoU antar dua negara yang diwakilkan oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi dan Menteri Agama RI. Namun, kuota diberikan secara langsung oleh Pemerintah Arab Saudi melalui e-Haj,” ujar Hilman dalam laman resmi Kemenag, Rabu (4/5/2022).

Menurut Hilman, kuota pada penyelenggaraan ibadah haji 1443 H/2022 M ini bersifat mandatori atau given dari Pemerintah Arab Saudi. Sehingga, tidak ada ruang negosiasi dalam penentuan kuota karena tidak ada juga pembahasan MoU antarmenteri sebagaimana penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.

"Pembagian kuota haji reguler dan khusus dilakukan mengikuti alokasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Secara sistem, melalui e-Haj, Pemerintah Arab Saudi membagi sebanyak 92.825 untuk jemaah haji reguler dan 7.226 untuk jemaah haji khusus," tuturnya.

Sebelumnya, Kloter pertama jamaah haji Indonesia akan diberangkatkan pada 4 Juni 2022. hal ini disampaikan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

Menag Yaqut meminta kepada jajarannya agar mampu bergerak cepat dan tidak berleha-leha. Yaqut mengatakan, dengan waktu yang semakin mepet, Ia tidak mau jajarannya bekerja terlalu santai. Menurutnya, meskipun telah berpengalaman mengurus ibadah haji, tetap diperlukan kecepatan dan kehati-hatian. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD