Ian menjelaskan, perekaman biometrik melalui aplikasi Saudi Visa Bio merupakan salah satu syarat wajib dalam proses penerbitan visa haji yang terintegrasi dengan sistem Nusuk milik Pemerintah Arab Saudi.
“Perekaman biometrik menjadi bagian penting dalam pengajuan visa haji. Data biometrik ini akan terhubung langsung dengan sistem Nusuk,” katanya.
Meskipun perekaman biometrik sebenarnya dapat dilakukan secara mandiri oleh jamaah, Kemenhaj kabupaten/kota tetap memberikan layanan bantuan perekaman. Langkah ini ditujukan untuk memudahkan jamaah, khususnya mereka yang belum terbiasa dengan penggunaan teknologi digital.
“Kami memahami tidak semua jamaah terbiasa dengan layanan digital. Karena itu, kantor Kemenhaj kabupaten/kota tetap memberikan pendampingan dan bantuan perekaman biometrik agar jamaah tidak mengalami kesulitan,” kata Ian.