Dari sisi penyaluran, kredit BCA didominasi oleh kredit produktif yang mencapai Rp760,2 triliun, tumbuh 7,8 persen (yoy). Perseroan juga terus memperkuat komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dengan menyalurkan kredit berkelanjutan sebesar Rp258,4 triliun atau naik 10 persen (yoy), setara 26 persen dari total portofolio pembiayaan.
Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh kredit UMKM yang meningkat 12 persen (yoy) menjadi Rp146 triliun. Sementara itu, pembiayaan hijau (green financing) tercatat naik 7,7 persen (yoy) menjadi Rp113 triliun, termasuk pembiayaan ke sektor energi baru dan terbarukan (EBT) yang melonjak 53,5 persen (yoy).
"Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden,” kata Hendra.
(NIA DEVIYANA)