sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indonesia Eximbank Raup Laba Rp77 Miliar pada Kuartal I-2026

Banking editor Anggie Ariesta
20/05/2026 17:23 WIB
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp77 miliar pada kuartal I-2026.
Indonesia Eximbank Raup Laba Rp77 Miliar pada Kuartal I-2026. (Foto Istimewa)
Indonesia Eximbank Raup Laba Rp77 Miliar pada Kuartal I-2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp77 miliar pada kuartal I-2026. Jumlah ini melejit hingga 81 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) jika dibandingkan dengan perolehan periode yang sama di tahun sebelumnya yang senilai Rp42 miliar.

Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank Sukatmo Padmosukarso mengatakan, akselerasi laba bersih ini didorong oleh ekspansi aktivitas bisnis yang masif serta keberhasilan manajemen dalam memperbaiki kualitas aset. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, penyaluran pembiayaan unit bisnis tercatat tumbuh 13 persen menjadi Rp32,3 triliun dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp28,6 triliun.

“Peningkatan kinerja Indonesia Eximbank ini sejalan dengan peningkatan aktivitas Pembiayaan Ekspor Nasional dan perbaikan fundamental pengelolaan aset serta mencerminkan peran aktif Indonesia Eximbank dalam mendukung program Asta Cita Pemerintah, namun tetap memenuhi prudential norms untuk menjaga kualitas pembiayaan dan keberlanjutan usaha,” kata Sukatmo dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026).

Di samping itu, lini bisnis penjaminan berhasil tersalurkan sebesar Rp4,2 triliun, sementara volume asuransi tercatat menyentuh angka Rp1,4 triliun. Rapor ini menegaskan fungsi strategis Indonesia Eximbank dalam memberikan fasilitas pendanaan sekaligus skema mitigasi risiko bagi para eksportir nasional. 

Dari sisi tata kelola aset, LPEI membukukan pemulihan dari pos collection dan special asset senilai Rp648 miliar.

Peningkatan mutu portofolio ini sukses menekan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) net turun ke level 1,77 persen, membaik signifikan dari posisi Desember 2025 yang sempat berada di angka 2,41 persen.

Dalam menjalankan mandat mendukung program ekspor nasional melalui skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE), total kucuran dana (disbursement) PKE dari Indonesia Eximbank pada Kuartal I 2026 mencapai Rp3,6 triliun, atau melompat kencang hingga 39 persen secara YoY.

Kontributor terbesar dari penyerapan dana ini disumbang oleh Program PKE Trade Finance dan PKE Kawasan. Sementara itu, Program PKE Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencatatkan diri sebagai program dengan basis portofolio debitur paling gemuk, yang menandakan program ini sukses merangkul pelaku usaha kecil untuk merambah pasar dunia.

“Melalui program PKE, pelaku usaha berorientasi ekspor dapat meningkatkan kapasitas produksi, menjaga keberlanjutan usaha, memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global, serta memperluas akses ke pasar internasional, khususnya negara-negara non-tradisional,” ujar Sukatmo.

Selain menorehkan rapor keuangan yang sehat, Indonesia Eximbank juga gencar memperkuat fungsi non-financial melalui penyediaan jasa konsultasi dan bimbingan teknis guna mengerek kapasitas produksi para pelaku usaha lokal.

Hingga penutupan Maret 2026, akumulasi total Desa Devisa yang berada di bawah binaan langsung Indonesia Eximbank melonjak hingga mencapai 2.379 desa di seluruh Indonesia. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 199 Desa Devisa dilaporkan telah naik kelas melalui program penguatan kelembagaan, edukasi manajemen ekspor, standardisasi mutu produksi, hingga fasilitasi perluasan akses pasar lewat ajang temu bisnis (business matching).

Melalui program pendampingan yang konsisten, LPEI juga sukses melahirkan 120 eksportir baru pada kuartal pertama tahun ini, sehingga mengerek total akumulasi pencetakan eksportir baru menjadi 1.774 pelaku usaha.

“Berbagai pencapaian ini mencerminkan komitmen Indonesia Eximbank dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional melalui pembiayaan, penjaminan, asuransi, serta pengembangan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor,” katanya.

(Dhera Arizona)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement