AALI
9875
ABBA
396
ABDA
0
ABMM
1475
ACES
1235
ACST
232
ACST-R
0
ADES
2880
ADHI
1030
ADMF
7700
ADMG
192
ADRO
1800
AGAR
340
AGII
1495
AGRO
2000
AGRO-R
0
AGRS
174
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4110
AKSI
418
ALDO
1060
ALKA
244
ALMI
234
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
503.85
1.13%
+5.65
IHSG
6536.03
0.44%
+28.35
LQ45
941.16
1.03%
+9.62
HSI
23713.36
0.23%
+54.44
N225
27750.67
-0.66%
-184.95
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,350
Emas
821,641 / gram

Catat, Ini Syarat Mobil Baru Dapat Pajak Nol Persen

ECONOMIA
Selasa, 16 Februari 2021 12:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Airlangga Hartarto menyebut sejumlah syarat untuk mobil baru yang mendapat insentif tarif PPnBM.
Catat, Ini Syarat Mobil Baru Dapat Pajak Nol Persen. (Foto: MNC Media)
Catat, Ini Syarat Mobil Baru Dapat Pajak Nol Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Airlangga Hartarto menyebut sejumlah syarat untuk mobil baru yang mendapat insentif tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Sebab, tidak semua mobil baru bisa mendapatkan stimulus tersebut.

Kebijakan diskon PPnBM yang disiapkan pemerintah hanya berlaku untuk kendaraan bermotor dengan kapasitas cc kurang dari 1500. Selain itu, mobil baru yang bisa mendapat relaksasi pajak nol persen yaitu untuk kategori sedan dan 4x2.  

Diskon PPnBM berlaku untuk mobil yang diproduksi Indonesia atau Completely Knock Down (CKD) dan komponen lokal minimal 70 persen.

Skenario stimulus di industri otomotif tersebut, kata Airlangga digelontorkan bertahap selama sembilan bulan. Insentif PPnBM 100 persen dari tarif akan diberikan pada tahap pertama, tiga bulan berikutnya insentif PPnBM 50 persen, dan tiga bulan berikutnya insentif PPnBM 25 persen dari tarif.

Menurutnya instrumen kebijakan relaksasi PPnBM, akan menggunakan skema DTP (ditanggung pemerintah) melalui revisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Selain itu, stimulus untuk industri otomotif ini menurutnya membutuhkan dukungan dengan revisi kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

Dengan demikian, kredit pembelian kendaraan bermotor dapat terdorong melalui pengaturan mengenai uang muka (DP) 0 persen dan penurunan ATMR Kredit (aktiva tertimbang menurut risiko) untuk kendaraan bermotor.

"Relaksasi PPnBM dapat meningkatkan purchasing power dari masyarakat dan memberikan jumpstart pada perekonomian," ujar Airlangga seperti dikutip dalam laman resmi, Selasa (16/02/2021).

Dengan rencana tersebut, ia menargetkan insentif tarif PPnBM untuk mobil baru berlaku mulai 1 Maret 2021. (NHN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD