Seiring dengan meningkatnya konsumsi listrik, pemerintah juga terus memperkuat sisi pasokan. Data Kementerian ESDM menunjukkan, kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional pada 2025 mencapai 107,51 gigawatt (GW), naik sekitar 7 GW dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2024, kapasitas terpasang tercatat sebesar 100,65 GW, sementara pada 2023 berada di level 91,17 GW. Adapun pada 2022 sebesar 83,81 GW, 2021 sebesar 74,53 GW, dan 2020 sebesar 72,75 GW. Dengan demikian, kapasitas pembangkit tumbuh sekitar 6,8 persen secara tahunan (year-on-year) pada 2025.
Bahlil menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pembangkit menjadi langkah strategis untuk memastikan keandalan pasokan listrik nasional, terutama dalam mendukung proyek-proyek industri besar dan kawasan ekonomi baru.
"Dalam analisa kami di tahun 2026, kita harus genjot karena seiring dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan oleh Pemerintah pada tahun ini," tuturnya.
(kunthi fahmar sandy)