sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Cabai Rawit Tembus Rp152.872 per Kg, Pemerintah Ambil Stok dari Daerah Surplus

Economics editor Tangguh Yudha
12/09/2026 11:18 WIB
Pemerintah menyiapkan langkah stabilisasi harga cabai rawit dengan mengalirkan stok dari wilayah surplus ke daerah yang mengalami kenaikan harga.
Harga Cabai Rawit Tembus Rp152.872 per Kg, Pemerintah Ambil Stok dari Daerah Surplus. (Foto: iNews Media Group)
Harga Cabai Rawit Tembus Rp152.872 per Kg, Pemerintah Ambil Stok dari Daerah Surplus. (Foto: iNews Media Group)

Sementara itu, fluktuasi harga cabai rawit dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kemarau berkepanjangan, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti trips dan kutu kebul, hingga alih tanam petani ke komoditas lain.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat (STO) Kementan Sudi Mardianto memastikan produksi cabai rawit nasional masih mencukupi hingga akhir tahun. Pada September 2026, produksi cabai rawit nasional diperkirakan mencapai sekitar 119 ribu ton.

"Untuk cabai rawit secara nasional itu produksinya di bulan September itu sekitar 119 ribu ton. Di Jawa Timur itu Banyuwangi standing crop yang ada sekarang sekitar 1.486 hektare. Kemudian di Sampang itu ada 1.691 hektare. Itu produksinya sudah mulai tinggi sekitar 5 ribuan," urai Sudi.

Sementara untuk wilayah Jawa, produksi cabai rawit masih terpusat di Temanggung, Brebes, dan Magelang. Meski produksi di sejumlah wilayah tersebut masih relatif rendah karena sebagian besar baru memasuki masa tanam, pasokan tersebut diperkirakan dapat membantu mengantisipasi kenaikan harga menjelang Natal dan Tahun Baru.

Sudi juga mengatakan petani cabai rawit binaan Kementan siap mendukung program penstabilan harga pemerintah. Program FDP dapat segera dilaksanakan bersama-sama untuk mengguyur daerah yang mengalami harga cabai rawit yang berfluktuasi tinggi.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement